Data campaign

AstraZeneca Customer Story (ID)

Issue link: https://read.uberflip.com/i/1466388

Contents of this Issue

Navigation

Page 0 of 2

Cara data mendorong pengobatan generasi berikutnya AstraZeneca telah menjadi pemimpin global dalam riset dan pengembangan farmasi selama berpuluh-puluh tahun. Saat ini, ilmuwan dan dokter perusahaan ini menggunakan AI untuk membantu mendefinisikan ulang ilmu kedokteran dalam mencari cara yang baru dan lebih baik untuk menemukan, menguji, dan mempercepat pengobatan potensial. konten bermerek oleh MEMBAWA PENGOBATAN BARU ke pasar saat ini bisa … kompleks dan rumit. Dalam industri biofarmasi, bisa dibutuhkan waktu hingga 15 tahun mulai dari ide obat hingga pengobatan yang disetujui untuk pasien—ini adalah proses yang memerlukan (dan menghasilkan) begitu banyak data. Bahkan untuk pemimpin biofarmasi global seperti AstraZeneca, riset dan pengembangan secara tradisional telah menjadi upaya yang panjang dengan proses manual yang berat. Berkat kemajuan terkini dalam memahami genom manusia dan interaksinya dengan biologi penyakit, perusahaan ini menghadapi masuknya data dalam jumlah besar saat mencoba mengidentifikasi target obat baru dan mengembangkan terapeutik generasi berikutnya. Pada tahun 2019, Anna Berg Åsberg, Wakil Presiden Global R&D IT (Global Vice President of R&D IT), memulai percakapan dengan pemimpin R&D tentang di mana departemennya dapat menerapkan teknologi untuk mengotomatiskan dan melengkapi proses R&D serta membantu mengambil keputusan yang terbaik tentang proyek riset mana yang akan dilanjutkan. "Hipotesanya adalah, jika kami dapat mengotomatiskan tugas rutin, itu akan membuat perbedaan besar," papar Åsberg. "Saat itulah kami bergabung dengan para ahli internal dalam ilmu data, analitik, dan kecerdasan buatan dan mulai membangun solusi di AWS." Amazon Web Services (AWS) dan AstraZeneca sudah bekerja sama dengan erat. Sebagai penyedia

Articles in this issue

view archives of Data campaign - AstraZeneca Customer Story (ID)